Jhuldy merupakan alumni dari program kelas kerja sama Alat Berat (TAB) dan merupakan penerima beasiswa penuh dari PT Trakindo Utama selama masa studinya. Selain prestasi akademik, ia memiliki rekam jejak organisasi yang sangat kuat di lingkungan kampus, di mana ia pernah mengemban amanah sebagai Menteri Sosial Masyarakat dan Lingkungan sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden Mahasiswa BEM Politeknik Negeri Samarinda.
Keikutsertaan Jhuldy dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana lulusan Polnes mampu membawa gagasan strategis di forum lintas negara. Fokus utama yang diangkat dalam diskusi internasional ini adalah mengenai SDG 13 (Climate Action), di mana Jhuldy turut berdiskusi & mengeksplorasi solusi inovatif terkait tantangan lingkungan masa depan.
Salah satu agenda strategis dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Pada kesempatan tersebut, Jhuldy berdiskusi secara proaktif mengenai upaya KBRI dalam menampung aspirasi pemuda serta menjajaki peluang kolaborasi yang dapat melibatkan peran aktif generasi muda Indonesia di panggung dunia.
Selama empat hari, alumni kebanggaan Polnes ini mengikuti rangkaian agenda edukatif, termasuk kunjungan ke institusi pendidikan ternama dunia seperti National University of Singapore (NUS) dan University Malaya. Jhuldy menekankan bahwa pendidikan teknik yang disiplin serta pengalaman kepemimpinan di BEM Polnes merupakan bekal fundamental yang sangat relevan saat berhadapan dengan dinamika di forum internasional.
Pencapaian Jhuldy ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Polnes di level dunia serta menjadi bukti nyata kontribusi luar biasa alumni Polnes bagi kemajuan bangsa di kancah internasional.